Showing posts with label olaharaga. Show all posts
Showing posts with label olaharaga. Show all posts

Friday, 18 January 2008

Drumband Surabaya

PDBI Surabaya Gelar Seminar Pembina dan Pelatih

Untuk pertama kalinya, Pengkot PDBI Surabaya menggelar
seminar berkaitan dengan pembinaan kepada para pelatih
dan pembina Drumband yang ada di Surabaya. Acara yang
bertajuk “Seminar Sehari Bagi Pembina dan
Pelatih Drumband Kota Surabaya” ini akan digelar
besok (Sabtu, 5/1) di Hotel Inna Simpang jalan
Gubernur Suryo No 1 Surabaya.

Sugeng, Pengurus Pengkot PDBI Surabaya, menyatakan
bahwa kegiatan yang mengusung materi pembinaan pelatih
dan organisasi ini, tidak hanya bertujuan memberikan
pengetahuan bagi pembina dan pelatih Drumband,
melainkan juga untuk menggiatkan lagi cabang olahraga
Drumband yang ada di kota Pahlawan.

Oleh karena itu, dalam acara yang berlangsung sejak
pukul 08.00 WIB tersebut, Pengkot PDBI Surabaya
mengundang 100 peserta yang meliputi pembina dan
pelatih dari SD, SMP, dan SMA di Surabaya yang
memiliki kegiatan ekstrakulrikuler Drumband. Hadir
sebagai pembicara antara lain Sekretaris Umum KONI
Surabaya, Heroe Poernomohadi untuk materi bidang
organisasi dan Komisi Iptek KONI Surabaya, Himawan
Wismanadi untuk materi pembinaan teknik.puput

Friday, 4 January 2008

Jatim jadi Juara Umum

Atlet wanita Jatim Berjaya di Kejuaraan ski air Antar Master Surabaya Open yang berakhir Minggu (9/12) di Waduk Wiyung Surabaya.
Terbukti, Jumat (7/12) atlet gaek Nuniek Nurdiati (41) berhasil meraih juara I pada nomor Slalom. Di nomor Trik, Sabtu (8/12) Nur Tsuraya dan Nuniek Nurdiati juga menuai sukses menjadi juara dan runner-up. Sedangkan di nomor Jumping tiga jawara sekaligus disapu bersih oleh atlet jatim, yaitu Endar Pupul berhasil menyabet Juara I, Juara II direbut oleh Devi dan Juara III diduduki Nuniek Nurdiati.

Sedangkan untuk putra Jatim harus puas dengan satu emas di nomor jumping atas nama Fandi Ferdiansyah setelah berhasil mengalahkan atlet Dedeh dari Kaltim dan Carlos dari Bali. Di nomor over all atlet Nuniek Nurdiati kembali meraih juara I sedangkan untuk putra di raih atlet DKI Jakarta Fath Daud Wangka.

Aya -panggilan akrab Nur Tsuraya- mampu menjadi yang terbaik di nomor trick dengan selisih nilai cukup jauh dari para pesaingnya. Peraih medali perunggu di nomor slalom ini mampu mengumpulkan 3.380 poin, sedangkan sang Ibu yang tak lain adalah atlet berprestasi Nuniek Nurdiati meraih medalii perak, dengan total nilai 1.920.

Beberapa perolehan angka Aya lebih banyak dicetak dari keberhasilannya melakukan gerakan Toe Hold dengan sempurna, dia berhasil melakukan atraksi dengan formula mengaitkan kakinya pada tali yang ditarik boat itu dengan waktu relatif lama.

"Awalnya, Saya merasa seperti memikul beban berat karena bermain di kandang sendiri. Dengan waktu persiapan yang cukup, akhirnya saya berhasil beradaptasi di lokasi pertandingan Waduk Wiyung yang merupakan tempat baru bagi atlet Jatim, biasanya di Telaga Ngipik Gresik,” kata putri pasangan Raharjo Priambodo dan Nuniek Nurdiati ini.

Sementara itu, poin tertinggi (emas) di nomor trik pria diraih R Budi Imam Saroso atlet asal jawa Barat dengan mengumpulkan 3.800 poin. Juara II Januar Angga dari Kalimantan Timur yang mencatat nilai 3.580 meraih medali perak. Juara III meraih medali perunggu adalah Andri M Febriandi dari Jawa Barat dengan total nilai 3.390.

Pelatih Ski Air Jatim Ir Slamet Dwindoko mengatakan, Jatim selaku tuan rumah bertekad menyapu bersih untuk atlet putri ”Kita sudah mengetahui kekuatan daerah lain, walau kita masih mengandalkan atlet senior yaitu Nuniek Nurdiati untuk membimbing atlet junior agar tetap percaya diri. Sedangkan untuk putra kita sudah berusaha, ternyata hanya mampu juara di nomor jumping,” papar Slamet. puput

Poras Dominasi Juara

Berakhir sudah Kejuaraan Layar se- Jawa Timur memperebutkan Piala Bergilir KONI Surabaya 2007 yang digelar oleh Pengurus Cabor Porlasi Surabaya. Hasill gemilang diperoleh atlet layar junior asal klub Poras Surabaya, Zakaria Riski D lantaran berhasil naik podium dalam kejuaraan Layar se-Jatim Piala Bergilir KONI Surabaya 2007, 8-9 Desember lalu, di Poras Tanjung Perak Surabaya.
Zakaria yang turun di kelas Optimist A berhasil menyisihkan seniornya, Anang Setyabudi dan Luizia Anazili, dan sekaligus merebut Piala bergilir dari tangan Anang setyabudi mantan peraih Piala KONI Surabaya 2006.
Pelatih Layar Puslatda Jatim, Uwais Al-Qarni disela-sela usai pertandingan Minggu (9/12) menyebutkan, keberhasilan yang ditorehkan pelayar debutan baru tersebut membuktikan bahwa prestasi Zakaria kian cemerlang, meskipun pada kejuaraan ini kemampuannya tidak diunggulkan. Munculnya prestasi yang diraih Zakaria setidaknya merupakan bukti bahwa regenerasi atlet-atlet di kategori optimist semakin menampakkan sinar dan keamampuannya dapat disetarakan dengan para seniornya, antara lain Renata Rohmatullaili, Anang Setyabudi, dan Luizia Analizi.
Sementara itu, Uwais juga menegaskan kejuaraan kali ini dapt dijadikan tolok ukur bagi pembinaan dan pemusatan atlet layar junior saat berlatih satu tahun, sehingga ajang ini dapat memunculkan bibit atlet pendatang baru. “ Walaupun demikian Zakaria merupakan aset produktif yang dimiliki oleh jatim, kalau diberikan binaan secara baik dan terus-menerus, Saya yakin kemampuannya dapat diandalkan untuk kejuaraan PON XVIII 2012 nanti,” jelasnya panjang.
Menurutnya, Surabaya merupakan barometer serta sentral pembinaan atlet yang ada di Indonesia. Apalagi para pelayar yang ada di Puslatda Jatim 100 banyak didominasi para atlet dari Surabaya. Setidaknya hal ini membuktikan bahwa pembinaan layar yang ada di Surabaya cukup berhasil..
Kejuaraan yang memepertandingkan empat kelas diantaranya optimist, laser open, laser radial, dan dinghy open tersebut menghasilkan beberapa pemenang. Diantaranya, Juara I kelas Optimist A direbut Zakaria Riski D (Poras), Juara II Anang Setyabudi (Poras), Juara III Luizia Analizi (Poras). Sedangkan pada kelas Optimist B juara pertama berhasil diduduki M Iqbal (Poras), Juara II Sirozul huda (Kobangdikal), dan Renata Rohamtullaili (Poras) berada pada posisi ketiga..
Juara I kelas International Laser disabet Altinus (AAL), juara II Febrian Rama (Armatim), juara III Eko (Kobangdikal). Juara I kelas Laser Radial diraih Eva Angela M (Armatim), juara II Ayu Rachmadani (poras), juara III Vonny (Kobangdikal). Sedangkan juara I kelas International Dinghy diraih pasangan Abdul Wahab-Ida Ayu (Armatim), juara II Rieza-Risque (Poras), dan juara III diduduki pasangan Yanuar-Yohanes (Armatim). puput

Gulat Butuh Atlet Muda

Piala KONI yang merupakan even tahunan dan dijadikan sarana untuk menjaring atlet muda berbakat, tidak dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para atlet junior maupun pemula Surabaya. Terbukti dalam ajang ini para atlet muda harapan Kota Surabaya tidak dapat berbuat banyak, bahkan merekapun harus mengakui keperkasaan duta-duta olahraga dari daerah Nganjuk, yang pada turnamen ini berhasil membawa pulang piala KONI Surabaya dengan mengumpulkan 3 medali emas dan 3 perunggu.
Ketua Panitia Penyelenggara Kejuaraan Gulat Junior se- Jawa Timur, M Sadeli ditemui di Dojo Karate Jatim, Minggu (9/12) mengatakan, kejuaraan yang digelar Pengkot Persatuan gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Surabaya ini mempertandingkan kelompok pemula (SD), Cadet (SMP) dan junior (usia 16-19 tahun). Kejuaraan ini dijadikan sebagai tolak ukur pembinaan prestasi atlet di daerah sekaligus sebagai sarana menjaring atlet gulat junior yang ada di jatim.
Kejuaraan yang diikuti 98 pegulat junior ini sejak awal memang didominasi oleh pegulat dari tiga daerah, yakni Malang, Lumajang, dan Surabaya. Hal ini sudah terlihat sejak babak penyisihan, mereka bisa unggul hampir semua kelas yang dipertandingkan dan beberapa atletnya tampak sempurna menguasai teknik gulat, baik bantingan maupun kuncian.
Pelaksanaan ini memiliki tujuan untuk memajukan pembinaan dan mencari bibit atlet gulat Surabaya berpotensi yang arah pembinaannya dapat difokuskan untuk pemusatan latihan cabang (puslatcab). “ Dijadikan juga sebagai ajang evaluasi promosi degradasi bagi atlet di Puslatcab,” imbuhnya.
Sadeli juga menegaskan, kesempatan untuk bersaing di Piala KONI harus benar-benar ditunjukkan dengan sportivitas yang tinggi. Oleh karena itu pada kejuaraan gulat Piala KONI Surabaya yang ke IV 2007 ini, atlet yang akan tampil untuk mengikuti kompetisi hanya melibatkan atlet lapis kedua dan ketiga. “ Dengan upaya yang kami terapkan semoga para pegulat diharapkan termotivasi untuk mencetak prestasi yang lebih baik,” harapnya dalam
Sementara itu Sekretaris Umum Pengkot PGSI Surabaya HM Endy Ari Surjawan SE saat ditemui WK secara terpisah,mengatakan, kejuaraan kali ini difokuskan untuk atlet junior, karena potensi atlet masih bisa dikembangkan lebih lanjut.
“ Kita butuh banyak atlet muda untuk menggantikan atlet seniornya,” ujarnya.
Pada kejuaraan gulat Piala KONI tahun ini, Pengkot PGSI Surabayaa tidak menitikberatkan pada segi prestasi, namun lebih memfokuskan untuk memberikan motivasi pada pembinaan atlet junior. Hal tersebut dilakukan, lantaran sebagai wadah untuk kompetisi yang mempunyai tingkatan lebih berat, yakni masih ada kalender Kejurda dan Piala Walikota.
Surabaya sendiri menurunkan kekuatan full team yakni dengan 41 pegulat yang terdiri 36 atlet putra dan 5 atlet putri menurunkan dan lima pelatih di empat kategori pertandingan yaitu Pemula, Cadet, Junior, dan Senior.
Hasil lengkap Kejuaraan Gulat Junior se-Jawa Timur, juara umum diraih Nganjuk dengan 3 emas dan 3 perunggu, Lumajang 3 emas dan 2 perunggu, Kota Malang 2 emas dan 5 perak, Surabaya 1 emas 5 perak dan 9 perunggu, Kabupaten Malang 1 emas 1 perak, Kabupaten Madiun 1 emas dan 1 perunggu, serta disusul Lamongan dengan 5 perunggu.put

SMAN 18 Rebut Piala KONI

Hasil yang tidak memuaskan di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim I baru-baru ini menjadi bahan pembelajaran bagi Pengkot Cabor PBVSI untuk segera melakukan pembenahan. Salah satu langkah yang alan dilakukan adalah menggelar kejuaraan tahunan yakni Piala KONI.
Tim voli putra SMAN 18 Surabaya akhirnya berhasil keluar sebagai juara dalam kejuaraan voli indoor Piala KONI Surabaya 2007. Hal ini setelah tim voli putra SMAN 18 Surabaya tersebut mampu menundukkan tim SMKN 5 Surabaya secara meyakinkan dengan skor 3-0 (25-22, 25-11 dan 25-19) di GOR Unair Kampus C Surabaya, Sabtu (22/12/2007).
Sedangkan posisi ketiga, ditempati tim SMA Sejahtera yang berhasil mengalahkan SMA Gema 45 juga dengan skor 3-0 (25-21,25-14 dan 25-15). Untuk kategori putri, SMKN 1 Surabaya mampu menjadi yang terbaik setelah membungkam SMAN 8 juga dengan skor mentereng 3-0 (25-4, 25-2 dan 25-4). Sementara SMA Petra 5 yang menyudahi perlawanan SMAN17 juga dengan skor 3-0 (25-10,2512 dan 25-15), keluar sebagai juara ketiga.
Menurut Edy Swarsono, Sekretaris Umum Pengkot PBVSI Surabaya, digelarnya kejuaraan voli antar SMA se-Surabaya tersebut, merupakan salah satu ajang pembinaan untuk mencari bibit pemain yang murni berasal dari Surabaya. Hal ini untuk mengantisipasi agar kasus yang terjadi pada PORPROP I lalu tidak terulang kembali dimana sebagian pemain Pengkot Surabaya justru berasal dari luar.
"Kami tidak ingin kejadian di PORPROP terulang kembali, untuk itu kami ingin menjaring bibit-bibit pemain melalui kejuaraan ini," tutur Edy. puput

SMAN 18 Rebut Piala KONI

Hasil yang tidak memuaskan di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim I baru-baru ini menjadi bahan pembelajaran bagi Pengkot Cabor PBVSI untuk segera melakukan pembenahan. Salah satu langkah yang alan dilakukan adalah menggelar kejuaraan tahunan yakni Piala KONI.
Tim voli putra SMAN 18 Surabaya akhirnya berhasil keluar sebagai juara dalam kejuaraan voli indoor Piala KONI Surabaya 2007. Hal ini setelah tim voli putra SMAN 18 Surabaya tersebut mampu menundukkan tim SMKN 5 Surabaya secara meyakinkan dengan skor 3-0 (25-22, 25-11 dan 25-19) di GOR Unair Kampus C Surabaya, Sabtu (22/12/2007).
Sedangkan posisi ketiga, ditempati tim SMA Sejahtera yang berhasil mengalahkan SMA Gema 45 juga dengan skor 3-0 (25-21,25-14 dan 25-15). Untuk kategori putri, SMKN 1 Surabaya mampu menjadi yang terbaik setelah membungkam SMAN 8 juga dengan skor mentereng 3-0 (25-4, 25-2 dan 25-4). Sementara SMA Petra 5 yang menyudahi perlawanan SMAN17 juga dengan skor 3-0 (25-10,2512 dan 25-15), keluar sebagai juara ketiga.
Menurut Edy Swarsono, Sekretaris Umum Pengkot PBVSI Surabaya, digelarnya kejuaraan voli antar SMA se-Surabaya tersebut, merupakan salah satu ajang pembinaan untuk mencari bibit pemain yang murni berasal dari Surabaya. Hal ini untuk mengantisipasi agar kasus yang terjadi pada PORPROP I lalu tidak terulang kembali dimana sebagian pemain Pengkot Surabaya justru berasal dari luar.
"Kami tidak ingin kejadian di PORPROP terulang kembali, untuk itu kami ingin menjaring bibit-bibit pemain melalui kejuaraan ini," tutur Edy. puput

Piala KONI Dansa

Pembibitan Atlet Usia DiniBertempat di Gedung Senam Nusantara Citra Raya,beberapa atlet pecinta olah raga senam ikut serta memeriahkan kejuaraan Piala KONI III Surabaya,Sabtu (29/12) lalu.

Kejuaraan yang berlangsung selama satu hari itu, diikuti oleh 31 atlet cilik dari dua klub Surabaya seperti Ketabang 3 dan Klub SGC ((Science Gymnastic Club). Pada kejuaraan yang diselenggarakan oleh Pengkot Persani tersebut terbagi menjadi dua kelas yaitu Pemula U 5-6 tahun dan Junior U 6-12 tahun.
Ada tiga kategori yang diperlombakan, yaitu Artistik Pemula Putra/Putri mempertandingkan nomor Lantai. Untuk Artistik Junior Putra/Putri mempertandingkan tiga nomor, antara lain All Around, lantai dan Meja Lompat. Sedangkan kategori Ritmik diperuntukkan bagi peserta putri saja.
Tradisi dari cabang olah raga ini pada kejuaraan Piala KONI ialah keikutsertaan peserta usia dini setiap kalinya. Tercatat minimal usia lima tahun dan maksimal 14 tahun antusias memperebutkan Piala bergilir KONI Surabaya.
Menurut Biasworo Adi Ketua Pengkot Persani Surabaya, usia dibawah lima tahun tidak diperbolehkan untuk ikut kelas apapun, dan diatas 14 tahun tidak diperbolehkan untuk kelas pemula ataupun junior. “Karena lima tahun kebawah terlalu dini dan 14 tahun keatas adalah ambang batas atlet senam meraih prestasi,”jelasnya.
Tujuan adanya mekanisme syarat yang ditentukan oleh Pengkot Persani adalah untuk mencari bibit-bibit baru pada usia dini yang sudah memenuhi kriteria perlombaan. Tak hanya disitu, upaya Pengkot Persani Surabaya untuk meningkatkan tensi kaderisasinya yaitu sedang serius merencanakan perekrutan atlet senam pada sekolah-sekolah SD-SMP di Surabaya. “Harapan kami dengan terselenggaranya program tersebut dapat melahirkan bibit-bibit atlet senam berprestasi,”ungkapnya.
Lebih lanjut Adi mengatakan Pelaksanaan kejuaraan olahraga senam mengalami kemunduran. Pasalnya, pada kejuaraan Piala KONI tahun 2006, 86 peserta ikut berpartisipasi dalam kejuaraan tahunan itu. Namun kini jumlah tersebut turun drastis. Sesuai yang terdaftar pada panitia pelaksana, tahun 2007 ini hanya mampu menyedot 31 pesenam dari klub Ketabang 3 dan Klub SGC (Science Gymnastic Club).
Hal tersebut juga diamini oleh Ketua Pengkot Persani Surabaya Biasworo Adisuyanto. Menurutnya, antusias masyarakat terhadap cabang olah raga senam tidak sepesat cabang olah raga lainnya. Salah satunya alasannya adalah fasilitas lengkap yang berpusat di Gedung Senam hanya ada satu yakni Nusantara Citra Raya. Namun karena lokasi gedung yang jauh dari akses transportasi dan pemenuhan fasilitas itu diutamakan bagi atlet Puslatda, menyebabkan kesempatan atlet pemula untuk berlatih menjadi berkurang.
“Tidak dipungkiri kedua hal tersebut berpengaruh secara tidak langsung dapat mempengaruhi minat masyarakat terhadap olah raga ini ,”jelas Pengurus KONI Kota Surabaya yang menjabat sebagai Anggota Bina Prestasi itu. Walaupun peserta menurun pesat namun rangkaian acara yang disajikan selama satu hari tersebut berjalan meriah dan sportif.puput

Klub Pucang Surabaya Juara Umum

Pengkot Cabor Judo baru saja merampungkan tugasnya dalam menghelat kejuaraan Piala KONI IV. Hasilnya pun terbilang sukses dan klub Pucang Surabaya berhasil menyabet juara umum.
Pengkot Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Surabaya, Minggu (16/12) kemarin menggelar kejuaraan Piala KONI Surabaya untuk yang kedua kalinya. Kejuaraan yang hanya berlangsung selama satu hari tersebut, diikuti oleh 167 atlet dari 10 klub se Jawa Timur seperti Klub Pucang, Galaxi, PJB Polda Jatim, PJB Polwiltabes Surabaya, Pengkab Mojokerto, Pengkab Pasuruan, RBC Watukosek Pasuruan, Pengkab Sidoarjo, Pengkot Malang dan Klub BIMA UNESA.
Pada kejuaraan yang diselenggarakan di Dojo Judo Jatim Jalan Kertajaya Indah Timur tersebut mempertandingkan 42 nomor pertandingan yang dibagi dalam 3 kelompok usia (KU) yakni KU sampai dengan 13 tahun (7 nomor putra dan putri), KU 13 - 16 tahun (7 nomor putra dan putri), dan KU 16 – 19 tahun (7 nomor putra dan putri).
Tampil sebagai juara umum sekaligus peraih Piala Bergilir KONI Surabaya adalah Klub Pucang Surabaya dengan perolehan medali 19 emas, 16 perak dan 11 perunggu. Sementara peringkat kedua diraih oleh Pengkab Pasuruan dengan 5 emas, 8 perak dan 9 perunggu. Sedangkan peringkat ketiga diraih oleh Pengkab Sidoarjo dengan 4 emas, 4 perak dan 10 perunggu.
Penyerahan piala bergilir dilaksanakan oleh Komisi Pendidikan dan Penataran (Diktar) KONI Surabaya, Saleh S Bachmid di GOR PJSI Jatim (16/12). Pria yang tadi malam mengenakan jas hitam KONI Surabaya, secara langsung menutup kejuaraan yang juga menjadi ajang seleksi untuk Kejurnas di Bandung 10 – 13 Januari 2008 mendatang.
Saleh S Bachmid yang juga ditunjuk KONI Surabaya sebagai tim monev cabang olahraga Judo menyatakan bahwa hasil yang diperoleh masing-masing klub dalam kejurda kali ini merupakan simbol bagi suksesnya pembinaan. Namun demikian, masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak sehingga pembinaan olahraga Judo di kota Surabaya terus meningkat dari tahun ke tahun. puput

Wednesday, 5 December 2007

pelepasan atlet Kempo ke Palembang

Foto bersama pengurus KONI Surabaya dengan atlet kempo Surabaya dalam pelepasan atlet ke kejurnas palembang di Graha Surabaya bangkit Selasa (27/11). (pu2t)

Pembukaan Kejuaraan Olah Raga Cacat

Ketua Umum KONI Surabaya H. Saleh Mukadar membuka kejuaraan Olahraga cacat di SLB Mulya Karya Surabaya Selasa (4/12). Dalam kejuaraan iru di pertandingkan tiga cabang olahraga yaitu Atletik, catur dan tenis meja dan diikuti 300 atlet dari 29 SLB se Surabaya.(pu2t)

Friday, 30 November 2007

Panjat Tebing


Gelar Aksi, Tunjukkan Prestasi
Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Surabaya terus menggencarkan aksinya. Setelah sukses mempunyai nama besar di tingkat internasional lewat turnamen-turnamen dunia yang melahirkan beberapa atlet Climbing berprestasi. Sampai sekian detik jalur pembinaan untuk memunculkan bibit-bibit atlet yang nantinya diharapkan dapat mengukir prestasi yang jauh lebih membanggakan terus dilakukan.

Terbukti, hari ini sampai 2 Desember mendatang, Pengkot FPTI Surabaya menggelar kejuaraan Piala KONI Surabaya untuk kategori junior. Menariknya, even yang bertema Junior Sport Climbing Competition ini digelar di lantai LG Royal Plasa Surabaya secara terbuka. Gelaran di Plasa yang beralamat di Jalan Ahmad Yani 16, Surabaya ini kali pertama dihelat FPTI Surabaya.

Selama ini, kejuaraan biasanya dilakukan di lapangan terbuka (outdoor), seperti halnya Lapangan Taman Surya ataupun Lapangan olahraga Kertajaya. “ Kejuaraan di Plasa ini memang baru pertama kali kita gelar. Dan mungkin baru ini yang pertama di Indonesia. Semua ini kita lakukan sebagai respon atas himbauan dari KONI Surabaya, “ jelas Hardi, Ketua Pengkot Cabor FPTI Surabaya.

Dibandingkan tahun lalu yang hanya diikuti sebanyak 143 peserta oleh 9 Pengkot dari 11 Pengkot dan Pengkab. Namun, kali ini animo yang ditunjukkan oleh peserta cukup mengalami peningkatan. Tahun ini, sebanyak 167 peserta dari 11 daerah di Jawa Timur memastikan dirinya tampil. “ Respon cukup bagus karena, hanya tiga Pengkab yang tidak ikut dari 14 Pengkot dan Pengkab yang ada di Jatim,” jelas Pria penyandang gelar Sarjana Hukum itu.

Sementara untuk kontingen Surabaya sendiri pengurus Cabor FPTI mengharapkan atlet-atlet climbing andalan kota Pahlawan ini dapat masuk ke program Puslatcab. “Kami punya beberapa atlet yang kami prediksi punya kesempatan lebih untuk menang, seperti Aan Avansyah (17) dan Dezi (18),” akunya.

Kedua atlet binaan Pataga Climbing Sport tersebut pernah go internasional pada kejuaraan Asian di China Agustus dan November lalu.” Aan merupakan atlet peringkat 16 dunia sedangkan Dezi peraih perak pada kejuaraan di China,” papar Hardi.

Nomor yang dilombakan dalam kejuaraan ini hanya kelas Lead, yaitu kerumitan atau kesulitan yang dibagi menjadi dua kelas. Antara lain Spyder kids 8-13 tahun dan Junior 19 tahun ke bawah. “ karena Junior kita hanya dipertandingkan satu nomor. Tapi ini sudah mencukupi untuk melihat sejauh mana skill dasar yang dimiliki sang atlet,” tukasnya.

Ketua KONI Surabaya Saleh Ismail Mukadar menyatakan salut dengan langkah FPTI Surabaya ini. Menurutnya, gelaran even di plasa atau mall memang menjadi salah satu fokus perhatian KONI Surabaya. Tak hanya Panjat Tebing, Cabor lain juga didorong untuk melakukan hal yang sama dengan membuat kegiatan di pusat keramaian.

“Ini salah satu formula memasyarakatkan olahraga. Saya yakin langkah ini efektif untuk menggaet bibit-bibit baru. Khusus untuk Panjat Tebing saya bangga karena dari 43 Cabor di Surabaya, olahraga ini salah satu cabor yang melebarkan sayapnya ke dunia,"tambahnya panjang.put

Thursday, 29 November 2007

Cabor Dansa Unjuk Gigi

Sukseskan program KONI Surabaya

Setelah sukses membuat gebrakan dengan melaksanakan lomba Piala Walikota untuk pertama kali, Juni lalu tepatnya. Pengkot Cabang Olahraga Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI) kembali menjalankan salah satu program Tri Sukses KONI Surabaya. terbukti dengan digelarnya Kejuaraan Piala KONI Surabaya, pekan lalu.

Dengan mengusung tema ‘Youth Dancesport Championship 2007’ kejuaraan dansa tersebut diikuti tiga pasang atlet Junior dari dua kota yaitu Surabaya dan Malang demi memperebutkan Piala bergilir KONI Surabaya 2007.

Kejuaraan yang dibuka oleh Drs. Soenardi Ketua Harian KONI Surabaya ini mempertandingkan nomor Latin Cha-Cha/Jave KU Junior 12 tahun kebawah. Dalam sambutannya, ia berharap kepada Pengkot cabor IODI agar dalam perkembangannya dapat meraih ketiga sukses yang dicanangkan oleh pengurus KONI Kota Surabaya. “Program tersebut wajib, tanpa terkecuali Cabor dansa yang merupakan salah satu anggota KONI Kota Surabaya yang baru,”katanya ringan.

Lain lagi menurut M. Ichwan, Ketua Pelaksana acara yang diselenggarakan di Resto Bima Garden Ruko RMI A-12, Jl. Bratang Binangun Surabaya, Sabtu (24/11) lalu. Menurutnya kejuaraan yang baru pertama kali dihelat tersebut, bertujuan sebagai pembibitan atlet-atlet dansa untuk merangkak pada kejuaraan nasional maupun internasional. “Kami juga ingin merubah paradigma masyarakat mengenai dansa yang saat ini dinilai terlalu vulgar,”lanjut anggota Binpres Cabor IODI Surabaya itu.

Pada partai final, perlombaan yang berjalan selama lima jam tersebut mengantarkan Andrian-Tania peserta asal Kota Malang meraih juara umum pada nomor Latin Cha-Cha/Jave. Posisi kedua berhasil diduduki Cristian Casey-Geby Agatha pedansa asal Kota Surabaya. sedangkan pedansa cilik asal Surabaya lainnya, Alvent Arifani-Catherine harus puas meraih posisi ketiga pada malam puncak perlombaan itu.

lebih lanjut, Ichwan orang yang memotori acara itu menyebutkan ada beberapa perlombaan sebagai pelengkap, yaitu untuk nomor Juvenile KU 15 tahun ke atas. “Yang utama tetap junior setingkat anak SD-SMP, yang tingkatan SMA hanya sebagai pelengkap saja,”jelasnya. Alhasil, Bevan Nugraha yang berpasangan dengan Chita Larissa mampu menyingkirkan keempat pasangan pedansa lainnya dengan meraih juara pertama pada nomor tersebut.

“Hal itu diposisikan bukan sebagai pertandingan yang utama, lantaran pada piala bergilir KONI 2007 ini dikhususkan untuk regenerasi atlet dansa jadi targer kami adalah kategori junior,”imbuhnya saat ditemui WK disela-sela Kejuaraan Piala KONI Surabaya.put

Basket Putri Surabaya

Basket Salah Prediksi

Sebelumnya Pengkot Cabor Perbasi Surabaya memprediksikan medali emas Porprop I akan diperoleh tim putra. Namun dalam pelaksanaannya secara tak terduga tim putri melaju kesemifinal bahkan final, hingga kelaur sebagi juara setelah menundukkan tim Basket Putri Pasuruan dengan angka cukup jauh.
Usai Sudah perhelatan Cabang Olahraga Bola Basket Putri ketika Surabaya dinobatkan sebagai pemenang dalam multi event bergengsi kali ini. Puas. Itulah satu-satunya kata yang terlontar dari buah bibir M.Arifin, Manager Tim Bola Basket Putri Surabaya. Pasalnya, perjuangan Tim andalannya demi meraih medali emas di pertandingan puncak Porprov Jatim I 2007 terbayar sudah.
Bertempat di GOR CLS, Kamis (8/11) pagi, arek-arek Surabaya besutan Lenna tersebut mampu menghentikan perlawanan Kota Pasuruan dengan skor akhir 73-32. Sejak kuarter pertama Tim yang dimotori oleh Lidya Slamet sudah menguasai perolehan angka dengan skor 14-11. Melihat keterpurukan pasukan Kota Pasuruan, Tim berkostum hijau tersebut kembali menekan, hingga akhir kuarter kedua poin menjadi 40-15. Sementara pada kuarter ketiga, lagi-lagi Surabaya unggul dengan poin 55-21.
Memasuki kuarter keempat tim basket Surabaya seakan mendapat amunisi tambahan setelah terlihat kedatangan H. Saleh Ismail Mukadar SH., Ketua Umum KONI Kota Surabaya. Pada kuarter penentuan ini arek-arek Surabaya berhasil menyudahi perlawanan Kota Pasuruan dengan skor akhir 73-32. Tak pelak lagi medali emas jatuh ketangan tim Surabaya.
Walau tim Basket Kota Surabaya berhasil memenuhi janjinya untuk mendulang satu emas, tapi masih ada satu PR yang harus dilakukan. Sebab perolehan medali emas putri sebelumnya tidak diperhitungkan, bahkan yang digadang-gadang satu medali emas diharapkan didapat dari tim putra. Namun setelah melihat hasil ini put

Monday, 26 November 2007

sepak takraw dalam event

Ajang Pemanasan Jelang POPDA

Delapan belas SMP-SMA dan kecamatan se- Surabaya mengikuti kejuaraan Piala KONI IV cabang olahraga Sepak Takraw yang digelar 14-15 November oleh Pengkot cabor PSTI Surabaya. Even tahunan yang merupakan salah satu program KONI Surabaya dalam membina atlet-atlet berpotensi ini dapat memuncul bibit-bibit atlet terbaik, yang nantinya dibina melalui program Puslatcab.
Suatu yang membanggakan dalam perhelatan piala KONI Kali ini dimana para peserta yang mengikuti kejuaraan ini semakin semarak terbukti dengan hadirnya 18 kontesetan dari berbagai sekolah yang ada di kota Surabaya. Tidak itu beberapa kecamatan pun ikut ambil bagian dalam even tahunan ini.
Edi Santosa yang merupakan Sekretaris Pengkot PSTI saat ditemui WK mengatakan, tujuan penyelenggaraan kejuaraan ini untuk mensukseskan program KONI Surabaya yaitu pembibitan atlet-atlet Surabaya demi meraih yang terbaik pada event-event tertentu nantinya.
“Kejuaraan ini adalah pola pembinaan dan merupakan salah satu program KONI Kota Surabaya dan ini harus kita dukung,”jelas Edi disela-sela pembukaan kejuaraan Sepak Takraw.
Dalam partai final SMP-SMA Garuda yang bermarkas di Jl. Manukan 2 Surabaya mampu memperoleh 4 medali dari 5 medali emas yang diperebutkan yaitu juara 1 putra-putri tingkat SMP dan SMA. Pada tingkat SMP, tim putra SMP Garuda berhasil menundukan SMPN 37, tim putri SMP Garuda berhasil mengatasi perlawanan SMPN 17. Sementara di tingkat SMA, tim putra SMA Garuda menekuk SMAN 17 dan tim putri SMKN 1 dipaksa untuk mengakui ketangguhan SMA Garuda.
Sementara untuk tingkat Kecamatan satu medali emas berhasil diambil Kecamatan Wonokromo setelah berhasil menyudahi perlawanan sengit Kecamatan Sambi Kerep. Wilayah yang terkenal dengan Pasar Tradisionalnya ini mampu mengantarkan Timnya menjadi juara pada tingkat Kecamatan Se-Kota Surabaya.
Keberhasilan almamater Garuda yang diperkuat sebagian besar atlet Puslatcab Surabaya berhasil menghantarkan kedua sekolah tersebut sebagai juara umum dan berhasil membawa pulang piala bergilir KONI Kota Surabaya. Atas kemenangan itu pula mereka berhak untuk mendapat uang pembinaan sebesar 750 ribu untuk juara pertama, 500 ribu untuk juara kedua, 250 ribu untuk juara ketiga.
Menanggapi keberhasilan tersebut Soedjono pelatih SMP-SMA Garuda mengatakan bila hal itu berkat kerja keras para atlet selama berlatih diperkumpulan. Selain itu beberapa persiapan khusus memang sudah diterapkan dalam menghadapi kejuaraan Sepak Takraw Piala KONI Surabaya.
“Mereka dianjurkan untuk tetap rutin dan disiplin berlatih, sehingga wajar jika kemampuan mereka konsisten dan hasilnya menjadi yang terbaik,” ujar Seodjono yang juga pelatih Tim Sepak Takraw Kecamatan Sambi Kerep ini.
Lebih lanjut Soedjono juga mengatakan, apa yang dilakukan anak asuhnya buka hanya untuk menghadapi kejuaraan setingkat Piala KONI semata. Melainkan sebagai ajang pemanasan untuk menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) dan Kejuaraan Daerah (Kejurda) yang akan datang.
“Tim kami juga ingin menjadi yang terbaik alias juara umum di kejuaraan tersebut,” pungkasnya. put