Dari luar, bangunan ini tak pernah sepi pengunjung. Semua tertarik akan sajianmenu dan fasilitas di dalamnya.
Rumah Makan Agis, hadir dengan sajian khas semi tradisional modern. Restoran yang terdapat di jalan Wisma Pagesangan 197 Surabaya (sebelah masjid Al-Akbar Surabaya) ini, menyuguhkan menu-menu masakan Indonesia dengan konsep yang begitu menyamankan pengunjungnya.Mulai dari, rasa menu makanan dan minuman yang ditawarkan hingga dekorasi ruangan yang begitu unik dan menarik.
Untuk menarik minat para pengunjung rumah makan yang buka mulai pukul 08.00 hingga 22.00 WIB ini tak hanya menawarkan menu-menu saja, melainkan juga beberapa jasa lainnya seperti peta pernikahan dan seminar bersama.
Nuansa Jawa Yang Kental
Suasana jawa klasik begitu langsung melekat saat pertama kali kita memasuki etalase resto seluas 6000 m2 ini. Hiasan pewayangan kuno, seakan-akan menebarkan nuansa ‘kejawen’ tulen rumah makan ini, menyambut kedatangan para tamu yang hendak menikmati sajian menu yang tersedia.
hiasan pewayangan gunung dari tembaga, menunjukkan bahwa restoran ini memang menyuguhkan desain interior khas jawa. Dengan terdapat atap langit-langit berbahan dasar kayu jati berukir jawa, berwarna hitam kecoklatan. Ditambah adanya perabot singgah yang begitu mendukung. Ya, di resto Agis ini terdapat dua tempat, diantaranya versi meja kursi dan lesehan dengan atap gazebo.
Untuk meja kursi, resto ini kapasitas 200 orang. Tentunya dengan desain yang apik ala kejawa-jawaan. Untuk meja dan kursi berbahan kayu jati berwarna hitam kecoklatan.
Sedangkan untuk ruangan lesehannya, berada di kebun dengan konsep gezebo. Terdapat empat gazebo yang mampu menampung 100 orang. Umumnya tempat ini digunakan untuk pengunjung yang menginginkan privasi bersama keluarganya.
Penempatan interior perabot-perabot jawa didalamnya pun menambah kesan keklasikannya. enam lukisan ukuran jumbo dipajang apik pada dinding berwarna putih itu. Seperti lukisan gambar wayang, rumah pedesaan, panorama laut, rumah di desa, pemandangan alam dan beberapa gambar nuansa jawa lainnya, dapat dinikmati di sini.
Suasana romantis juga ada di sini, saat senja mulai tiba. Cahaya lilin mewarnai gazebo dan kebun yang berada di belakang rumah makan ini. Semua itu akan terlihat perpaduan yang cantik antara cahaya lilin dengan lampu taman yang menyala di kebun resto ini, dengan ditemani rumput dan pohon. Sungguh enak dipandang dan menyejukkan mata kita.
Mengenai konsep klasik yang diusung oleh resto Agis ini, Muntayis, Marketing Manager RM Agis menjelaskan pihaknya sepakat dengan konsep seperti ini, demi memberi kenyamanan beratmosfer jawa. “Kebanyakan mereka berkunjungnya krasan dan selalu betah berlama-lama di sini. Mungkin karena ruangannnya yang adem,”ujarnya pada Eastjava Traveler.
Layaknya Hotel
Rupanya slogan yang pas untuk resto ini adalah restoran berfasilitas hotel. Ya, pada umumnya yang ada ialah hotel mempunyai fasilitas resto. Nah,,ini yang beda dari resto Agis. Berbagai jasa dan fasilitas seperti di hotel ada di tempat ini.
Ada tempat pelatihan, meetingm serta seminar, dan akomodasi pesta pernikahan, ulang tahun, catering serta pertemuan keluarga lainnya. Ada pula sarana keperluan lainnya seperti home stay, salon, dan kolam renang, serta koleksi burung dan ikan hias.
Menu Andalan
Di rumah makan ini selain menu tradisional juga tersedia masakan internasional. Salah satunya yang sering dicari adalah Greel of chicken teriaki. olahan ayam yang diberi bumbu rempah-rempah dan direndam selama 5 menit dengan bumbu tersebut. Kemudian di Greel (potong tipis) dan diberi saus teriaki. aroma khas sausnya sangat mendominasi, akan melekat pada rasa Greel of chicken teriaki special ini. Ditambah lagi sajian apik di atas piring bersama sayuran mentah kubis segar dab irisan tipis wortel.
Buat anda penggemar daging sapi sejati. Resto indragiri juga memberikan menu olahan daging sapi dengan racikan bumbu-bumbu khas jawa. Untuk Sapi, anda dapat menikmati buntut goreng. Terdiri dari buntut sapi yang lunak. Dagingnya yang empuk cocok dinikmati dengan komposisi bumbu rempah-rempah, seperti bawang putih dan paprika. Rasanya jelas mantap
Satu lagi menu yang sering dijasikan andalan resto ini, yaiotu Gurami Mayonneise. Olahan ikan gurami fillet yang digoreng dan dibumbui dengan bumbu lengkap rempah-rempah. Kemudian di campur dengan adonan tepung dari telur dan kanji. Yang bikin mantap ialah saus mayonaise yang terasa gurih dan nikmat.
Untuk pelepas dahaga, anda bisa menyegarkan kerongkongan dengan bermacam-macam minuman yang tersaji. Ada aneka jus buah segar, dan minuman-minuman nyeleneh lainnya. Namun ada minuman spesial yang patut untuk dicoba. Namanya Es Manado. Komposisi minuman yang terdiri dari aneka potongan buah, daging kelapa muda, sirsak, es Cybe serta air kelapa. Rasa manis yang tak begitu bikin eneg membuat es ini menjadi minuman pilihan Rumah makan Agis.
Masih belum percaya dengan menu-menu yang ditawarkan, atau anda masih penasaran dengan menu-menu yang tersaji. Coba saja berkunjung ke rumah makan restoran indragiri ini. Dijamin anda akan mendapatkan kepuasan baik suasana maupun citarasa berbagai menunya.
Wednesday, 22 October 2008
SANTAI SEJENAK DI AGIS RESTO
KENANGAN MANIS, BERSAMA PETIS
Dibalik warna hitamnya yang terkesan “mengerikan”, olahan makanan ini cukup disukai dan selalu diburu oleh wisatawan di Surabaya, yang hendak menjadikannya buah tangan khas kota Pahlawan.
Petis muncul sebagai pelengkap, bumbu masak hingga "saus salad". Siapa yang tidak mengenal Rujak Uleg atau Rujak Cingur Suroboyo? Telur Bumbu Petis? Dan gorengan-gorengan ala kios pinggir jalan yang rasanya tak manteb kalau tak dicocol dengan sambal petis? Hitam pekat tapi bikin ketagihan. Itulah keistimewaan petis.
Petis adalah komponen dalam masakan Indonesia yang dibuat dari produk sampingan pengolahan makanan berkuah (biasanya dari pindang, kupang atau udang) yang dipanasi hingga cairan kuah menjadi kental seperti saus yang lebih padat. Dalam pengolahan selanjutnya, petis ditambah karamel gula batok. Ini menyebabkan warnanya menjadi coklat pekat dan rasanya manis.
Selain udang dan kupang, di Sidoarjo, Gresik, dan Madura tara , juga sebagai penghasil Peis sapi. Yaitu petis yang terbuat dari hasil sampingan dalam proses pembuatan dendeng dan abon sapi. Aroma 'amis' petis yang dihasilkan tentu berbeda antara petis udang, petis kupang dengan petis sapi.
Berbeda dengan 'saudara'nya yang berupa terasi, yang dikenal dan dikonsumsi oleh penduduk Asia Tenggara umumnya, petis nampaknya hanya dikenal di Indonesia. Hampir semua negara di Asia tenggara, seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, mengenal terasi, dengan variasi bentuk sediaan, kering, basah atau setengah basah, dan nama. Namun aroma yang keluar dari terasi hasil olahan negara-negara tersebut sama.
Petis biasa dipakai sebagai penyedap (seasoning) pada beberapa makanan seperti rujak (cingur, tahu, gobet, manis), kupang lontong (Sidoarjo), semanggi (Surabaya), lontong balap (Wonokromo), tahu campur (Lamongan), tahu tek (Lamongan), atau campor (Madura). Telur Petis di Surabaya termasuk hidangan rumahan yang favorit.
Ladang Menjanjikan
Di pasar genteng, tempat oleh-oleh wisatawan saat berkunjung di Surabaya, petis banyak menempati di hati pengunjung pasar seluas 7.043 meter persegi itu. Beberapa pemilik toko mengakui untuk menjual petis sangatlah mudah, karena buah tangan ini sering dicari oleh pembeli, baik untuk buah tangan atau sekedar untuk bumbu masak di rumah.
Pedagang pun semakin bersemangat menjual petis dengan melakukan berbagai pelayanan kepada konsumennya. Pemilik toko memberikan kemudahan bagi konsumen dengan mengemas seluruh pesanan, termasuk mengantar ke tempat bahkan mengirim ke kota di luar Surabaya dan jawa timur. "Pesanan ke luar negeri pun dikirim langsung," kata Budhiharto, pemilik Toko "Bogajaya".
Seiring berjalannya waktu, pedagang pasar Genteng merasakan bisnis penjualan petis ini semakin menjanjikan. Kini beberapa pemilim toko bahkan tengah menjajaki pemasaran lewat Internet. "Demi konsumen, segalanya dipermudah termasuk pembayaran bisa ditransfer bank dan pemesanan barang lewat telepon," tambah Budhiharto yang sudah menggeluti bisnis perkerupukan dan petis sejak 1951 lalu.
Hal senada juga diungkap Hengki, pemilik Toko "Gangsar" yang sudah lima tahun membuka toko camilan, kerupuk dan petis di Pasar Genteng. Meski usahanya baru dirintis lima tahun lalu, sudah banyak konsumen yang memesan barang lewat telepon atau surat. "Kalau ingin barang laku cepat, segala cara harus dilakukan termasuk mengemas barang pesanan dalam kotak dan dikirim ke alamat pemesan," ujarnya.
Mengenai harga, petis dijual tergantung dengan jenis petisnya. Semakin berkualitas bahan yang digunakan maka semakin mahal harganya. Di pasar ini terdapat beberapa macam jenis petis. Dari bahan bakunya ada dua jenis petis yaitu Petis Udang dan Petis Ikan. Petis udang sendiri memiliki beberapa jenis berdasarkan kualitasnya, sementara petis ikan tidak ada pembedaan kualitas.
Petis udang kualitas super, kualitas istimewa, kualitas sedang dan terakhir kualitas biasa. Jenis sedang dan biasa ini ada yang diperkaya dengan bawang putih untuk meningkatkan rasa dan flavour, dikenal dengan sebutan Petis Bawang.
Petis biasa atau petis kualitas paling rendah wujudnya tidak terlalu pekat bahkan lebih mirip bubur padat dibandingkan jenis petis-petis kualitas super dan istimewa. Tekstur seperti ini akibat banyaknya kandungan tepung atau pati sebagai penambah yang membentuk body petis. Rasanya kurang gurih bahkan sedikit terasa seperti abu karena ada penambahan air abu merang untuk menghitamkan warnanya. Di Toko "Bogajaya" misalnya terdapat antara dua jenis petis yaitu petis udang dan ikan. Hampir 70 persen petis diproduksi pabriknya di Sidoarjo dan Pasuruan.
BAKSO EXTRAVAGANZA,, SIAP MEMIKAT LIDAH
Bentuknya yang bulat, terasa begitu nikmat. Siapapun yang melihat, pasti tak sabar untuk segera menyantapnya.
Di manapun tempatnya, makanan ini selalu hadir dan mampu menggoda selera orang. Bentuk dan rasanya selalu bikin kangen. Ya, bakso selalu hadir dengan sejuta rasa.
Makanan yang disajikan dengan kuah bekaldu ini tidak ada habisnya, bahkan selalu mengundang cerita tersendiri. Di Surabaya misalnya, makanan bakso semakin lama semakin bayak variasinya. Kali ini Tim Eastjava Traveler sengaja mengupas bakso dengan berbagai keunikan rasa maupun penyajian. Berikut liputannya.
Bakso Keju dan Bakso Kuping a la Raja Bakso
Tampak luar bakso keju, mirip dengan bakso-bakso pada umumnya. Berbentuk bulat dan kenyal. Namun, saat melakukan gigitan pertama, anda akan merasakan keunikan rasa tersendiri. bulatan bakso yang berkolaborasi dengan gurihnya keju, membuat lidah kita dipermainkan oleh rasa bakso keju tersebut. mmm…terasa aneh, namun nikmat dilidah kita.
Bakso keju sendiri adalah bakso berbahan baku daging sapi yang ditengahnya diisi dengan keju blok. Ketika disajikan dan kemudian dinikmati bersama kuah baksonya, akan terjadi keunikan rasa yang begitu beda dari bakso biasanya, karena keju yang terletak di dalam bakso akan melumer dan bercampur dengan kuah bakso. Sehingga menciptakan sensasi tersendiri di lidah penikmatnya. Mengenai rasa anda tak perlu khawatir eneg, karena bakso keju ini sengaja memilih keju yang tidak terlalu asin. “rasa gurih keju pas sekali dengan kuah kaldu bakso,”kata Mustajab, pemilik depot ‘Raja Bakso’ ini.
Pemilik depot ‘raja bakso’, Mustajab mengaku awal mula ia membuka depot bakso dengan sajian campuran keju di dalamnya, karena terinspirasi dari depot kaki lima di Jakarta yang menjual bakso keju.”di Jakarta bakso keju sudah banyak dijumpai, namun di Surabaya bakso keju masih jarang ditemukan,”ujar pria berusia 51 tahun ini.
Satu lagi yang bakso unik yang ada di Depot Raja Bakso ini. Yaitu, bakso kuping. Wah..mendengar namanya saja, rasanya sudah ngeri. Bakso yang terdiri dari bakso daging yang disiram degan kuah kaldu, serta tak lupa pemberian tetelan kuping sapi. Wah, rasa nyammi langsung menusuk lidah. Bulatan kenyal daging sapi sangat cocok dengan potongan kuping sapi. Kendati kandungan lemaknya begitu banyak, bakso kuping ini juga menjadi favorit pengunjung Raja Bakso.
Rupanya, memperkenalkan bakso keju dan Bakso Kuping di Surabaya tidak terlalu sulit bagi Mustajab, pasalnya tempat depot Raja Bakso ini mudah dijangkau, yaitu di jalan Arif Rahman Hakim, Surabaya. Kendati, banyak bakso di beberapa depot lainnya, bakso keju a la Raja Bakso tetap banyak menarik penikmatnya. “karena disini tempatnya dekat dengan kawasan kampus, pengunjung yang ramai datang dari anak-anak kampus,”kata Mustajab.
Mengenai harga, anda hanya mengeluarkan uang sejumlah Rp 8 ribu untuk mendapatkan satu mangkuk bakso keju dan bakso Kuping yang tersaji cantik, dengan campuran bihun, selada, serta kriukan pangsit. Mmm…sangat terjangkau bukan, dan pastinya mantap rasanya. Penasaran, Mampir saja di depot raja bakso milik Mustajab. Depot ini buka pukul 11.00 hingga 22.00.
Bakso Ruwet
Ingin menikmati bakso lainnya. Coba saja bakso yang satu ini. Namanya cukup unik. Yaitu 'Bakso Ruwet Bu Etik Sayang'. Membayangkan namanya saja, pasti di benak kita di mangkuk terasa penuh dengan bakso maupun 'aksesorisnya'.
Bakso milik Etik ini awalnya mangkal di depan SMAN 1 Jalan Wijaya Kusuma, Surabaya. Namun setelah terkena penertiban Satpol PP, Etik pun memilih boyongan. Lokasi yang dipilihnya tak jauh amat. Hanya berjarak sekitar 500 meter dari tempatnya semula.
Dia menyewa sebuah ruangan di salah satu rumah warga. Jika yang pertama berkunjung di Kota Pahlawan dan ingin mencicipi bakso ruwet tak perlu takut tersesat. Depot Bakso Ruwet ini tak jauh dari Balai Kota Surabaya, tepat di sebelah timurnya.
Bakso Ruwet, demikianlah disebutnya. Dinamakan bakso ruwet karena di dalam mangkok yang dipesan penikmat bakso cukup beragam isinya. Selain menu umumnya, mie dan kubis serta gorengan. Etik menambahkan jerohan sapi seperti usus, paru hingga kikil. Variasi ini membuat suasana di mangkok terasa penuh apalagi pentol baksonya yang berisi telor puyuh. Wuih penuh sesak pokoknya. Dan jika Anda berusaha menahan nafsu untuk mencicipi pasti bakal ngiler.
Namun bagi yang pantangan karena khawatir kolesterol atau asam urat bisa menghindari dengan cukup memesan bakso konvesional, tentunya bakso tanpa jerohan. "Satu porsi baik pakai jerohan atau tidak Rp 11 ribu," kata seorang lelaki yang meladeni pembeli.
Setiap harinya Bakso Ruwet ini buka hingga pukul 20.00 WIB. Bila Anda pecandu bakso, tak salah untuk mencoba bakso yang satu ini. Jangan lupa, temani bakso Anda dengan segelas es degan (kelapa muda).
Bakso Bakar
Jika Anda terbiasa menikmati bakso dengan kuahnya. Saatnya melirik variasi lain yang berasal dari bakso Malang, yaitu bakso bakar. Bulatan daging ini ditata seperti sate, lalu dioles bumbu dan kecap. Aroma gurih dari bakaran dijamin membuat Anda tak sabar untuk segera menikmatinya.
Depot Bakso bernama Bakwan Bromo Bakar, ini membuat penasaran tim eastjava traveler, sampai-sampai kami rela berdesak-desakan untuk antri membeli. Sebuah alat pemanggang terlihat di depan etalasenya, harum aroma sate bakso ini, benar-benar menggoda. “Saya penasaran, gimana sih rasanya bakso kalau dibakar,” kata Hani, pembeli yang mengantri bakso bakar.
Satu tusuknya terdiri dari tiga buah bakso, atau dua bakso dengan satu potong siomay. Para pembeli juga harus sabar, sebab memanggangnya relatif lama, dioles bumbu berulang kali, sambil dibolak- balik. “Harus sering dibalik, kalau tidak nanti cepat gosong,” jelas pria yang memanggang. Api yang digunakan juga tidak terlalu besar. Saat warnanya berubah kecokelatan, tandanya bakso ini siap untuk disantap.
Olesan kecap yang diracik bersama bumbu ini, membuat citarasa bakso menjadi lebih spesial. Seorang pengunjung yang sedang menikmati berkomentar, jika bakso bakar ini sangat lezat. “Ada gosong-gosongnya, bikin rasanya mantap,” ujar Galuh yang datang bersama anaknya.
Bakso yang selesai dibakar, bisa dinikmati bersama kuah, atau dimakan langsung. “Enak, soalnya sudah berbumbu,” kata seorang pembeli. “Kenikmatan bakso bakar, sebenarnya dari bumbu pencelupnya, bumbu berwarna hitam pekat ini, mengandalkan kecap bercitarasa prima, gula merah dan bawang putih yang sudah dihaluskan. Bumbu ini lalu berpadu dengan bulatan daging sapi yang dibakar,”jelas Agung pemilik depot ‘Bakwan Bromo Bakar’ ini.
Aroma daging panggang yang begitu menggiurkan siap menyapa lidah kita. Wah..kalau sudah begini, siapa yang bisa kuat menahan godaan bakso bakar
Bakso Tulang Rusuk dan Sum-Sum
Ingin menikmati bakso tapi dengan gaya makan yang berbeda. Coba saja bakso yang satu ini. Namanya ‘bakso tulang rusuk dan sum-sum’. Tempatnya mudah untuk ditemukan, yaitu tepat didepan stadion Gelora 10 November, Tambak Sari, Surabaya. Disana anda akan menikamti bakso dengan sensasi yang berbeda.
Ya, sajian bakso dengan bulatan ‘pentol’ dagingnya, mmang hamper sama dengan bakso pada umumnya. Namun, yang membedakan adalah tambahan tulang rusuk dan sum-sum di bakso itu. Menyedot tulang rusuk dan sum-sum yang masih ada lemak didalamnya, sambil sesekali menggerogoti daging yang menempel pada tulangnya, wah,,itulah seni unik yang ada pada bakso ini.
Untuk satu porsinya, anda hanya mengeluarkan uang sebesar Rp 12 ribu, tidak terlalu mahal dengan sajian semangkuk bakso dengan tulang rusuk dan sum-sum. Tak perlu khawatir kehausan, harga tersebut sudah termasuk segelas es teh manis segar.
Data tempat bakso ekstravaganza lainnya di Surabaya dan sekitarnya
1. bakso sossis, Depot Raja Bakso, Jalan Arif Rahman Hakim, Surabaya dekat kampus ITATS.
2. bakso bakar malang, Jalan Arif Rahman Hakim, Surabaya (sebelah SMP Negeri 19 Surabaya).
3. bakso cebok (gayung-red), jalan Diponegoro, Waru, Sidoarjo.
4. Bakso daging Kambing, jalan raya Klampis, Surabaya.
5. Bakso Ceker, jalan Karang menjangan (depan rumah sakit karang menjangan)
Thursday, 11 September 2008
Jalalabi Resto, Serasa di Negeri 1001 Malam
Banyak hidangan lezat di restoran ini. Tidak hanya menu, melainkan fasilitasnya juga khas negeri 1001 malam.
Restoran ini berdiri bergaya a la aladin. Restoran Jalalabi Terletak di jalan KH. Mansyur 151, dekat perkampungan arab, kampong Ampel kota Surabaya. Berada di lantai 2, satu lokasi dengan hotel Green Kalimas, dari depan restoran Jalalabi memang tampak restoran pada umumnya. Namun, saat kaki melangkah sejenak, memasuki etalase anak tangga suasana khas Timur Tengah langsung menyapa pengunjung yang datang.
Dengan dekorasi mirip nuansa timur tengah, seperti korden bercorak arab dengan gambar ketimuran, pigura bergambar habib-habib Surabaya, antara lain habib Neon dan habib Munziral-Musawa, ditambah dendang lagu timur tengah yang menambah nuansa kental khas ketimuran.
Ada yang unik lainnya yaitu dekorasi Sisha, benda khas timur tengah. bentuknya mirip dengan lampu ajaib punya aladin, namun yang beda benda ini mempunyai leher yang panjang. Sisha digunakan bagi orang yang suka merokok. Ya, di dalamnya Sisha, terdapat asap rokok. Pengunjung dapat menghisapnya gratis, dengan merasakan sensasi aneka rasa buah, ada anggur, jeruk, dan permen karet. Sungguh unik dan menarik.
Restoran yang ada sejak tahun 1993 ini berkapasitas 75 orang, dengan dua konsep tempat duduk. Berformat kursi lengkap dengan mejanya. Setiap meja terdapat 4 kursi, namun ada yang menggunakan kursi sofa, yang muat hingga enam orang per meja. Selain itu juga ada yang lesehan. Bertempat di ruangan yang tidak terlalu luas, tempat lesehan ini juga kental dengan atmosfir timur tengahnya. Tempat duduk dari busa tebal, tidak lupa dekorasi korden ketimuran dan sashi juga ditempatkan pada ruangan ini.
Menurut Supri, Marketing Jalalabi Resto, Jalalabi sendiri diambil dari nama timur tengah. Tidak ada arti khusus untuk jalalabi sendiri. “Jalalabi hanya sebuah nama, tidak ada artinya,”ujar Pria asal Jawa tengah ini. Untuk pengunjung, kendati resto ini memberikan menu special dari timur tengah, yang datang tidak hanya dari orang-orang arab atau timur tengah saja. “Yang suka masakan ini banyak juga dari masyarakat Surabaya maupun warga Indonesia asal kota lainnya,”kata Supri.
Sajian utama di Jalalabi Resto ini memang masakan dan minuman khas timur tengah. Namun, menu-menu Indonesia, China, serta Western juga tersedia disini. Untuk masakan Indonesia ada soto ayam dan daging, rawon, sop buntut, pecel, serta masih banyak masakan tradisional lainnya. Untuk masakan China, anda dapat mencicipi Fu Yung Hai, Koloke, Tami goring, Cap Cay, dan menu seafood juga tersedia disini. Tak ketinggalan masakan barat juga ada disini, antara lain berbagai sajian steak, soup, dan makanan western lainnya.
Nah, untuk masakan timur tengahnya, anda dapat mencicipi Nasi Kabsah, Nasi Briani, Nasi Kebuli, dan masih banyak lagi lainnya. Untuk minuman, anda dapat menyeduh Sahinena, Sahiaden, dan Kopi arab, tiga minuman yang paling khas timur tengah. Begitu lengkap bukan, jadi buat anda yang ingin menikmati berbagai masakan pilihan dari berbagai Negara, didukung aroma tempat yang nyaman dengan suasana ketimuran, Jalalabi resto patut untuk anda coba.
Menu Pilihan Khas Timur Tengah
Menyebut hidangan timur tengah, yang terbayang tentunya hidangan berlemak dari daging kambing dan sapi pada setiap menu yang tersaji. Menu yang populer di resto ini adalah nasi Mandhi. Aroma dadaging kambing, sangat mendominasi nasi Mandhi, karena ada campuran daging kambing.
Masakan ini terdiri dari beras yang beda dari biasanya, yaitu dari India biasa disebut Basmati. Rasanya tak jauh beda dengan nasi goreng, namun nasi Mandhi lebih gurih dan nikmat, karena ada bumbu rempah-rempah, kapulaga, kayu manis, dan cengkih. Tentunya aroma harum terasa sekali. Warna nasi Mandhi coklat agak kekuning-kuningan, warna itu timbul dari pengasapan arang. Nasi Mandhi biasa berkolaborasi dengan kambing oven,ayam baker, dan udang.
Jika anda menyangka hidangan timur tengah selalu tinggi kolestrol, ternyata tidak sepenuhnya benar, sebab juga didominasi dengan sayuran seperti salad Taihadan. Salad yang berisi tomat, paprika, dan selada, disajikan lengkap dengan sausnasi Mandhi dari tomat dan cabe segar yang dihaluskan.
Untuk minuman, resto Jalalabi mempunyai minuman andalan. Yaitu Sahiaden, seduhan hangat dari kapulaga, kayu manis, susu, dan teh. Semuanya itu direbus jadi satu. Rasanya jelas enak dank has timur tengah.
Saturday, 23 August 2008
Kue Kering, Untung Basah
Siang terus merayap, Pengunjung di pasar kue kering pun kian menyergap. Ditempat ini telah berdiri puluhan stand atau tenda tempat penjualan kue-kue kering dari berbagai jenis dan rasa.
Memasuki bulan Ramadhan ini, membuat warga Surabaya mulai bersiap-siap menyediakan beraneka makanan untuk para tamu di hari lebaran nanti. Hal ini membuat mereka harus berburu kue-kue kering yang saat ini banyak dijual di sejumlah tempat di Surabaya.
bisnis kue kering di Surabaya mulai bergeliat. Kesibukan di kios-kios penjual kue kering di salah satu sudut pasar itu semakin terasa. Pembeli asyik memilih, sedangkan pedagang sibuk menawarkan. "Kalau bisa dicoba, pasti tahu kenikmatan rasanya. Sayang, hari ini puasa," celetuk seorang pembeli.
Ya, Pengamatan di Pasar Blauran, awal bulan September ini memang menunjukkan, kios-kios kue kering dipadati pengunjung. Beraneka macam kue kering dipajang dari depan hingga ke dalam kios. Umumnya, kue-kue kering itu dikemas dengan stoples bening.
Meski sebagian besar jenis kue kering yang dijual sama, namun beberapa pedagang mengaku tidak kesulitan menjual kue kering itu kepada konsumen. Bahkan, stok yang ada di toko selalu ditambah.
Sementara itu, harga kue kering di Pasar Blauran ditawarkan Rp Rp 19.000 per stoples kecil dan Rp 70.000 per stoples besar. Harga dipatok berdasarkan bahan yang digunakan dan tren kue itu. Untuk kue-kue yang baru diciptakan tahun ini, harganya sampai Rp 100.000 per stoples besar.
Langganan tiap tahunnya, trend selalu berubah. Rasa, ukuran, bentuk, dan penampilan menjadi bagian penting dari perubahan tersebut. Oleh karena itu, para produsen berlomba melakukan inovasi terhadap produknya.
Setiap tahun selalu ada tren kue baru yang diciptakan atau ditawarkan. Namun, beberapa jenis kue kering yang sudah lama ada masih tetap bertahan dan punya penggemar setia. Kastangle, nastar, dan putri salju, misalnya, tetap digemari meskipun jenis kue baru terus bermunculan.
"Tahun ini saya buat lapis surabaya dan kaki kambing wijen, yang ternyata banyak peminatnya. Selain itu, ada modifikasi kue lama, seperti nastar buaya, lidah kucing keju, keju cincin, dan keju tambang," kata Didi, pemilik took Monggo.
Buah stroberi pun bisa menjadi inspirasi dengan munculnya kue stroberi. Kue ini mirip bentuk stroberi dengan warna merah menyala dan dihiasi daun hijau. Kue ini mirip nastar, tetapi berisi selai stroberi.
Inovasi juga dilakukan pada resep tradisional, seperti kue sagon yang terbuat dari kelapa. Kue itu ditampilkan dengan aroma bakar berwarna hijau, dikemas dengan kemasan yang artistik sehingga makanan kampung itu tampil menjadi makanan modern.
Ukuran kue juga menjadi pertimbangan. Karena saat Lebaran biasanya tiap rumah menyajikan banyak kue, ukuran kue yang disajikan harus pas untuk sekali suap. Harga pun dipertimbangkan pembeli. Biasanya pembeli kelas menengah ke bawah mencari kue ukuran 250 gram, atau satu stoples kecil berharga kurang dari Rp 30.000.
Untuk persiapan hari raya Toko Manis yang berada di sisi depan Pasar Blauran menyiapkan dana hingga Rp 100 juta untuk stok kue kering. Kue kering itu diambil dari salah satu home industry yang ada di Surabaya.
Menurut Juni Asmira, pemilik Toko Manis, omzet yang didapatnya dari menjual kue kering saat ini Rp 8juta lebih per hari. Padahal, pada hari-hari biasa omzetnya hanya Rp 2,5 juta. Biasanya, pembeli di toko itu mencapai puncaknya pada empat hari sebelum Lebaran. Saat itu, omzet bisa mencapai Rp 25 juta dalam satu hari.
Sementara itu, pedagang kue kering yang lebih kecil menyediakan dana Rp 40 juta-Rp 75 juta untuk membeli kue-kue kering dari produsen. Toko Barokah menyediakan dana Rp 70 juta untuk membeli aneka macam kue kering. Menurut Nirma, pada saat Lebaran ia bisa meraup omzet hingga Rp 5 juta per hari. "Kalau hari biasa, paling-paling hanya Rp 700.000 per hari," katanya.
Senati yang memiliki kios kue di Blok C-4 Pasar Blauran, menyediakan modal Rp 40 juta untuk berdagang kue kering. "Hasilnya lumayanlah. Saya tidak bisa menghitung, karena setiap dapat uang langsung saya belikan barang lagi. Takut kehabisan," ujar Senati.
Makan Murah di Waroeng Kantri
Desain ruangannya memang sederhana, layaknya rumah makan pada umumnya, Namun Waroeng Kantri menawarkan banyak menu spesial dengan harga yang terjangkau.
Warung ini berada pas sebelah kanan hotel Country Haritage. Ya, karena warung ini memang termasuk salah satu bagian dari fasilitas hotel ini. Waroeng Kantri memang berbeda dengan warung atau depot makan pada umumnya. Dengan format layaknya rumah makan Pujasera, para pengunjung dapat menikmati berbagai jenis makanan dari 16 stand yang tersedia.
Rumah makan yang terdapat di jalan Nginden Intan Utara no 7 ini, menyuguhkan menu-menu masakan Indonesia, Chinese, dan Western dengan harga yang relatif terjangkau. Untuk masakan Indonesia, warung ini menyediakan bakso, soto ayam, nasi rawon, nasi campur, nasi goreng, nasi padang, nasi krengsengan daging, ayam penyet kampung, bebek goreng i love you, dan masih banyak menu tradisional lainnya, semua tersedia disini.
Untuk pecinta chinese food, pengunjung dapat menikmati berbagai macam olahan masakan bumbu china. Mulai dari Fu Yung Hai, olahan seafood, dan masih banyak lagi lainnya. Untuk menu berbau kebarat-baratan, di warung ini juga memberikan berbagai menu spesial. Antara lain, sirloin steak, T Bone Steak, Mix Yaki Country, Mix Grill, Chicken Steak, Fish Fillet, dan menu western lain yang tentunya cita rasanya tak jauh beda dengan masakan hotel berbintang.
Desain Sederhana
Suasana sederhana tersaji di depan mata saat pertama kali kita memasuki etalase resto ini. Kendati menjadi salah satu bagian dari fasilitas hotel Country Haritage, warung ini terletak di luar ruangan hotel country heritage. Tepatnya di sebelah kanan hotel ini.
Tak ada hiasan khusus yang menunjukkan bahwa rumah makan ini beraliran gaya apa. Ya, karena warung makan ini memang berdesain alan rumah makan Pujasera pada umumnya. Beratap cokelat dan disisi-sisinya dipasang kerey berwarna coklat tua, warung ini semakin terlihat seperti desain sederhana warung pada umumnya. Mempunyai 10 meja, warung ini mampu menampung 40 orang dalam kapasitasnya.
Sementara itu, selain harga menu yang mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, Waroeng Kantri juga memberikan fasilitas yang cukup menghibur pengunjungnya. Antara lain failitas free WiFi yang dapat digunakan oleh pengujung yang mampir makan di tempat ini. Selain itu juga ada hiburan life musik setiap hari Sabtu dan Minggu.
Kalau siang, memang warung ini terlihat panas dan tidak ada yang menarik dalam kemasannya. Namun saat senja datang, warung ini terlihat begitu menarik. Lampu warna-warni yang menyala pada etalase atapnya, membuat orang tak bosan memandangnya. Dan tentu saja, memaksa orang untuk mampir sejenak mengisi perutnya.
Mengenai konsep sederhana yang diusung oleh rumah makan ini, Theresia General Secretary Country Heritage menjelaskan pihaknya sepakat dengan konsep seperti ini, demi memberi kenyamanan bagi pengunjung. “dengan desain seperti ini menegaskan kalau kami memberikan sesuatu yang sederhana, baik menu maupun konsep ruangan yang kami usung,”katanya kepada Eastjava Traveler.
Warung yang buka mulai pukul 6 pagi hingga 11 malam ini, rata-rata pengunjungnya tidak hanya datang dari tamu yang singgah di hotel country heritage saja. Namun, masyarakat luar pun banyak yang datang ke warung ini. “Konsumen yang bukan dari tamu kita pun, jumlahnya tidak kalah banyak. Apalagi kalau memasuki bulan ramadhan seperti ini, warung kami lebih banyak dikunjungi oleh masyarakat lain. Karena pembantu mereka pulang kampung dan ini memberikan keuntungan tersendiri kepada kami,”kata Yoyok Senior Kasir Food and Beveride waroeng Kantri.
Menunya Pun Terjangkau
Menu-menu special a la Waroeng Kantri yang selalu dicari-cari oleh penikmat makanan tradisional maupun kebarat-baratan selalu tersaji dan diistimewakan oleh peracik masakan waroeng kantri.
Setidaknya ada tiga menu istimewa yang disajikan oleh rumah makan ini. Yaitu Beef Steak a la Waroeng Kantri, olahan daging sapi yang diambil dari sapi segar bagian luhur dalam daging sapi. Yang membuat makanan ini beda dengan steak pada umumnya adalah teksturnya yang lembut. Hal itu lantaran, sebelum dimasak beserta bumbunya, daging steak ini dicincang lembut terlebih dahulu, kemudian dipadatkan dan dimasak beserta racikan bumbunya.
Tak ketinggalan, ada juga tenderloin steak. Sama juga dengan Beef Steak a la waroeng kantri, daging nya diambil dari bagian luhur dalam sapi segar. Namun bedanya tidak perlu dicincang terlebih dahulu. Olahan daging ini, disajikan dengan potongan tebalnya.”sebenarnya yang membuat steak kami beda adalah sausnya. Kami sengaja memakai saus jamur dan brond saus, tentunya ini yang memikat lidah konsumen kani,”kata Yaji Cheff khusus masakan western ini.
Satu lagi, masakan yang ditasbihkan menjadi andalan waroeng kantri. Sweet Corn Soup, masakan berkuah kental yang terdiri dari ayam, jagung manis, jagung kalengan, bawang bombai, fresh milk, dan terigu. Asiknya, menu ini disajikan dengan roti tawar a la kantri. Rasa lembut dan guih langsung terasa dilidah kita.
Untuk pelepas dahaga, anda bisa menyegarkan kerongkongan dengan bermacam-macam minuman yang tersaji. Ada aneka jus buah segar, es degan dengan susu kentalnya, es campur spesial, cappucino shake, coffe cream shake, Es kolang-kaling, Es rumput laut, tripple point, serta masih banyak lagi minuman-minuman menyegarkan lainnya.
Namun ada dua minuman spesial yang patut untuk dicoba. Namanya Sobu Beijing. Komposisi minuman yang terdiri dari apel fuji, jambu, pear, anggur merah, melon, alpukat, klengkeng, nanas, belimbing, timun mas, dan nata de coco. Diatasnya diberi serutan es dan susu kental manis serta gula sebagai sirupnya. Rasanya, jelas segar karena terdri dari buah-buah yang siap menyegarkan tenggorokan kita.
Minuman lainnya, yang harus dicoba adalah kantri spesial. Pada dasarnya, minuman ini adalah buah alpukat yang dihaluskan, hingga menjadi es jus alpukat. Namun, yang membuat spesial adalah campuran coffe cream, susu, dan serutan coklat padat serta astor vanilla yang membuat minuman ini semakin nikmat.
Masih penasaran dengan menu-menu yang tersaji. Coba saja berkunjung ke rumah makan Waroeng Kantri . Dijamin anda akan mendapatkan kepuasan baik suasana maupun citarasa berbagai menunya.
Sementara itu, Theresia juga menjelaskan kalau memasuki bulan puasa, warung ini juga meyediakan paket berbuka puasa. Namanya paket Buffe. Dengan membayar 20 ribu saja, pengunjung dapat menikmati nasi lengkap dengan lauknya, beserta menu pembuka dan penutup seperti kolak pisang, kacang ijo, kurma, dan potongan buah segar. “tahun ini akan kami pikirkan tawaran harga yang lebih menarik lagi,”ujar Theresia.
Monday, 2 June 2008
Sate Bebek dengan Bumbu Lembut Kacang Mente
Siapa yang tidak kenal dengan hidangan sate. Tentu saja di seluruh kalangan masyarakat Surabaya sudah tak asing lagi dengan makanan bertusuk itu. Tapi, ada yang menarik dengan sate yang dijajakan di kawasan pasar Keputran, Surabaya.
Ya, sate ini bukan sekedar sate ayam ,kambing atau sapi pada umumnya. Warung Sate kaki lima milik Sudarno ini menyuguhkan sajian sate bebek special. Memang terasa aneh, karena pada umumnya di kota Pahlawan ini bebek lebih terkenal dengan olehan goreng garingnya beserta lalapan dan sambal pencitnya.
Aroma dan rasa sate bebek yang gurih, terasa saat proses pembakaran sate dimulai. Naning, pembuat sate sekaligus Istri Sudarno ini, memaparkan proses sate bebek, dari mulai mentah hingga matang dan siap untuk disantap.
Daging bebek yang telah di tusuk-tusuk sesuai ukuran, sebelum dibakar dicelupkan dan direndam terlebih dahulu ke dalam cairan yang mengandung gerusan jahe dan perasan jeruk nipis dan tak lupa buah nanas yang sudah dilembutkan. “itu dilakukan supaya sate bebeknya tidak amis mbak,”kata Naning sambil sesekali merendam sate bebek yang sedang dipesan oleh pembeli.
Tidak sampai disitu saja, sate bebek yang sudah direndam ke dalam cairan tersebut, kemudian diberi kecap dan cuka sebagai bumbu penyedapnya, setelah itu baru dibakar selama 20 menit hingga dagingnya matang dan berubah warna kecoklatan.
Selain pada daging bebek yang lunak, keistimewaan sajian sate bebek ala IRBA ini terletak pula pada bumbu yang menemani sate ini. Kolaborasi antara kacang tanah dan kacang mente membuat sate ini terlihat beda mengenai rasa yang ditawarkan. Rasa lembut langsung terasa di lidah saat pertama kali anda mencobanya. Belum lagi, kentalnya kecap manis yang berpadu dengan taburan bawang goreng, menambah nikmatnya sate bebek ini.
Sudarno, Pria berusia 40 tahun ini mengaku bisa menjual sate bebek dalam seharinya hingga 625 tusuk. “itu kami membutuhkan 5 ekor bebek mbak,”aku Sudarno sambil tersenyum ringan. Lanjutnya, ia dan istrinya dapat meraup rupiah hingga Rp 400 ribu dalam sekalii penjualannya. “lumayanlah mbak untungnya dapt mencukupi kebutuhan sehari-hari,”tambahnya.
Untuk anda yang memang penasaran dengan rasanya, silakan saja mampir di warung tenda lesehan milik Sudarno. Tak perlu khawatir merogoh kocek dalam-dalam. Hanya dengan Rp 8 ribu anda bisa menikmati cita rasa sate bebek dengan bumbu kacang mentenya. Warung tenda sate bebek ini dapat anda temukan di jalan Irian Barat, Surabaya, dan di cabang warungnya di jalan Ksatria Lima Kodam Brawijaya, Surabaya. Warung ini buka mulai pukul lima Sore sampai 11 malam.
Thursday, 10 April 2008
Pecel Semanggi, tak pernah Berhenti
Di seluruh pelosok kota Metropolitan siapa yang tak kenal dengan tanaman Semanggi, identitas semanggi cukup popular dibandingkan dengan nama tanaman lainnya. Sejatinya, nama semanggi selalu melekat dalam potret kehidupan masyarakat sehari-hari.
Entah sampai saat ini apakah masyarakat awam paham akan alasan diambilnya semanggi sebagai nama tempat, fasilitas kota, bahkan mengesahkan semanggi sebagai makanan khas kota Pahlawan. Padahal semanggi tumbuh liar di pinggir-pinggir sawah atau selokan, alias tidak hidup semestinya di tempat-tempat pertanian lengkap dengan rumah kacanya.
Semanggi sendiri adalah termasuk keluarga besar tumbuhan paku air (Hydropterides), yang di Indonesia mudah ditemukan di pematang sawah atau tepi saluran irigasi. Jika pada umumnya daun paku air berbetuk panjang, lain halnya dengan semanggi. Bentuk tumbuhan ini menyerupai payung tersusun atas tiga sampai empat anak daun yang saling bertatap muka. Nah, daun tumbuhan ini lah biasanya dijadikan makanan khas kota Surabaya yang dikenal sebagai pecel Semanggi.
Pecel Semanggi, dari judulnya saja kita bisa menebak bahwa di dalam makanan itu pasti terdapat rebusan daun semanggi. Daun-daun mungil ini dikukus setengah matang. Yang membedakan pecel semanggi dengan pecel madiun atau pecel-pecel yang menjamur di Surabaya adalah sausnya. Saus pecel semanggi bukan cuma terdiri dari kacang tanah dengan bumbu-bumbunya, tetapi juga ketela rambat yang direbus. Dan sebagai bumbu penyedap, sedikit dicampur dengan petis udang asli Sidoarjo. Seluruh bahan itu dilumat jadi satu, hingga menjadi saus yang benar-benar kental.
Untuk sayurannya tak hanya semanggi saja yang tampil sebagai primadona, tetapi juga terdiri dari beberapa jenis sayur seperti daun kecambah, kangkung, kembang turi, dan daun singkong. Setelah itu, kukusan sayuran itu diberi siraman saus kental beserta sambal sesuai dengan permintaan pembeli.
Rasanya, jelas nikmat dan sedap, apalagi kalau piringnya beralas daun pisang atau mempergunakan pincuk. Sentuhan lain pecel semanggi ini semakin terasa ketika gaya menyantapnya bukan dengan sendok, tetapi kerupuk puli yang dijadikan sendok. Tentunya, irama kriuk kerupuk puli ini menambah selera makan kita semakin nikmat.
Siap-siap di pagi buta
Penjual Semanggi umumnya adalah wanita tengah baya ke atas, digendong pada punggungnya dan dijajakan ke seluruh pelosok kota Surabaya. Konsumennya, dulunya, adalah masyarakat kelas bawah. Tetapi belakangan, pecel semanggi merambah tempat-tempat menengah atas. Di Surabaya, contohnya, pecel semanggi dapat ditemukan di pujasera Sinar Supermarket, Tunjungan Plasa, Food Court, Plasa Surabaya, Kedai By Iwake Food Court, atau di Semanggi Corner Surabaya Plaza Hotel, setiap hari. Selain tempat diatas, Biasanya Pecel semanggi ini dapat dijumpai di pinggir-pinggir jalan, maupun mangkal di sekolah-sekolah.
Pecel semanggi juga bisa ditemui saban siang di depan komplek Balai Pemuda Surabaya ataupun halaman sekitar Kodam Brawijaya Surabaya. Harga semanggi ini relatif terjangkau, dengan rasa yang nikmat. Tak perlu takut merogoh kocek dalam-dalam, Pecel semanggi yang dijual keliling harganya hanya Rp 2.500 per pincuk.
Selain sausnya yang beda, letak keunikan lainnya pada pecel semanggi ini adalah bakul pecel semanggi yang berasal dari jalan Sawo, Kendhung, dan Beringin yang terletak dalam satu desa yaitu desa Kandangan, Kecamatan Benowo, Surabaya.
Pada pagi yang masih memuda sekitar pukul 6 pagi para penjual berkumpul di perempatan Sendangbulu, mereka bersama-sama menunggu mikrolet yang setia mengantarkannya ke Kupang. Sesampai di Kupang , baru menyebar di pelosok-pelosok Surabaya, bahkan hingga Sidoarjo. Setelah dagangannya habis, barulah bakul-bakul ini pulang.
Umumnya penjual pecel semanggi ini sudah berpuluh-puluh tahun lamanya. Salah satunya adalah Tatik, seorang penjual pecel semanggi keliling asal Kendhung, mengatakan sudah 27 tahun jualan pecel semanggi. Untuk berjualan pecel semanggi tidaklah memerlukan modal besar. Daun-daun semanggi yang dijajakan dibelinya dari pedagang yang mengedrop langsung ke Desa Kandangan.
Seorang pedagang memerlukan semanggi mentah Rp 20 ribu untuk mendapatkan 10 takar ukuran wakul plastik semanggi mentah.Total modal keseluruhan yang dibutuhkan Rp 50 ribu, termasuk untuk sayuran lainnya, kerupuk puli dan ketela untuk sausnya.
Wanita berusia 42 tahun itu mengaku bisa mendapatkan uang sebesar Rp 125 ribu dari 50 pincuk pecel semanggi yang terjual, tentu saja keuntungan itu setara dengan pengorbanan yangvtidak gampang, karena harus jalan kaki berpuluh-puluh kilometer menyusuri Pandigiling dan Kampung Malang, demi mendapatkan pembeli "Dari dulu saya jualan pecel semanggi, Utnungnya lumayan. Alhamdulillah, dari jualan ini saya bisa menghidupi keluarga, " kata wanita yang logatnya berbau Madura ini.
Setiap hari ibu dari dua anak itu membeli daun mentah semanggi dari pedagang daun-daun semanggi yang datang ke Desa Kandangan. Mereka berasal dari Sepanjang. Umumnya pedagang semanggi memperoleh semanggi dari Krian, Mojokerto dan Gresik. Mereka memperoleh semanggi tidak mengenal musim.
Sedangkan di Surabaya sendiri sekarang sulit mencari tanaman semanggi. Maklum saja, lahan sawah di Surabaya hampir habis, tergantikan oleh bangunan. Areal yang dulu subur oleh semanggi, kini sudah menjadi gedung atau perumahan. Tanaman semanggi kian terdesak, terpinggirkan dan tinggallah namanya. Inilah yang dikatakan makanan khas Surabaya, namun sulit mencari bahan bakunya di Surabaya.
Manjakan Lidah di Gubuk Si Kabayan
Bosan dengan makanan khas Surabaya? Coba saja berwisata kuliner ke Sidoarjo,karena ada yang istimewa. Ialah Kedai Bumbu Desa yang menyajikan masakan khas Sunda dengan apik. Atmosfir ruangan terbuka, cuaca sejuk, masakan sunda yang ditata dengan apik dan tentunya rasa yang enak disajikan di Kedai Bumbu Desa. “
Sunda Pisan Euy…!” komentar itu akan langsung meluncur dari bibir pengunjung saat kaki melangkah memasuki ke dalam restoran ini. Degung dan alunan instrumental khas sunda terdengar lembut di telinga. Apalagi ada sambutan hangat mojang (wanita) dan jajaka (pria) pramusaji berpakaian khas Sunda, yang menyapa ramah dengan bahasa daerah Sunda. Setiap kali ada pengunjung yang datang, salah seorang akan menyerukan, "Semah!" (tamu) menangkap komando tersebut, Sejurus kemudian semua pramusaji serentak menjawab, "Wilujeng sumping!" ( selamat datang).
Pramusaji mojang dan para jajaka serentak mengenakan seragam hitam dengan balutan jarit hitam sepanjang lutut bermodifikasi batik khas Sunda. Beridiri dengan lahan yang luas, berpadu dnegan hijaunya rerumputan menjadi daya tarik yang melekat dan mempercantik pesona Bumbu Desa Kedai. Perasaan pun seperti berada di pedesaan Sunda dengan pemandangan sawah hijau yang asri. belum lagi design kolam ikan yang suasananya serasa membawa anda menikmati keindahan aliran sungai di pedesaan.
Makanan, Tetap Paling ‘Kampungan’
Memasuki area prasmanan, atmosfer Sunda makin lekat dengan keberadaan puluhan masakan bercita rasa khas mereka. Anda pun seperti berada di kampung halaman bumi Parahyangan. Padahal, Anda sedang berada di Bumbu Desa Kedai, sebuah rumah makan yang menyajikan menu Sunda dengan racikan bumbu dan resep asli desa-desa di Jawa Barat. Tak heran, bila salah satu slogannya, "Masakan Sunda? Tetap Kami yang Kampungan!".
Bumbu Desa Kedai didirikan pertama kali di Bandung pada 24 September 2004, Bumbu Desa Kedai kini sudah memiliki sedikitnya 10 cabang di Bandung, Bogor, Jakarta, Surabaya, dan Sidoarjo. Menurut Odin, Supervisor Bumbu Desa Kedai cabang Sidoarjo, jl A. Yani no 41D, Bumbu Desa Kedai tidak hanya menjual makanan itu sendiri, namun juga memperkenalkan dan menjual budaya Sunda.
"Kedai ini didirikan atas dasar cita-cita sang pemilik, yang biasa kami sapa Abah, untuk mencoba menampilkan masakan- masakan Sunda terdahulu yang sudah lama hilang. Selain itu, menampilkan budaya Sunda seperti bahasa, musik, pakaian, dan tata laku," ungkapnya.
Dengan pelayanan semiprasmanan, pengunjung bisa melihat dan memilih langsung jajaran masakan di meja prasmanan, antara lain karedok, sayur asem, aneka tumisan, gorengan dan perkedel, pepes ikan, cumi, udang, ikan lele, ikan mas, juga tak ketinggalan menu yang hampir pasti ditemui di rumah makan Sunda, ikan gurame. Aneka olahan ayam juga tersedia cukup lengkap, yakni ayam laos (asin), ayam kecap (manis), ayam bumbu desa (gurih), ayam ijo (pedas), dan ayam bakar.
Tiga Menu Andalan Bumbu Desa
Menu-menu special a la Bumbu Desa yang selalu dicari-cari oleh penikmat makanan khas Sunda selalu tersaji dan diistimewakan oleh peracik masakan Bumbu Desa Kedai. Bagi anda pecinta ikan laut, manjakan lidah anda dengan menu special gurame bumbu cobek. Gurame yang digoreng setengah kriuk tersebut disajikan dengan siraman bumbu cabe lengkap dengan rempah-rempahnya. aroma khas kencur yang mendominasi, akan melekat pada rasa Gurame special ini. Ditambah lagi sajian apik di atas piring bersama irisan timun, tomat, dan selada menambah nikmatnya gurame bumbu cobek ini.
Buat anda penggemar ayam sejati. Bumbu desa kedai juga memberikan menu olahan ayam dengan racikan bumbu-bumbu khas Sunda. Ayam Bumbu Desa ini akan memberikan nuansa cita rasa berbeda dengan rasa ayam goreng pada umumnya. Format Ayam goreng utuh yang dibelah menjadi dua itu diatasnya diberi taburan kelapa kering berbumbu. Untuk menambah selera makan, menu ayam bumbu desa ini wajib berkolaborasi dengan sambal ‘gledek’. Untuk rasa ayamnya, jelas renyah dan gurih. Sedangkan sambal ‘gledek’nya, wah..cocok dengan namanya yang menggelegar, karena saat anda mencicipi sambal berbumbu cabe, bawang merah, bawang putih, dan tomat mentah ini, anda akan merasakan betapa pedasnya sambal khas kota si Kabayan ini.
Bagi yang anti dengan ayam dan ikan, anda bisa mencoba menu andalan Bumbu Desa Kedai lainnya, yaitu Gulai Tulang Rangu. Menu berkuah ini, menyajikan potongan-potongan tulang sapi lunak dengan racikan bumbu gulai pada umumnya. Menu-menu andalan ini dibuat oleh tangan-tangan koki handal yang didatangkan langsung dari Jawa Barat. “kalau yang masak dan meracik bumbunya adalah orang sunda asli, maka keistimewaan masakan sunda sudah pasti terjamin rasanya,”kata Kang Usman, salah satu cheff bumbu desa kedai cabang Sidoarjo.
Untuk pelepas dahaga, anda bisa menyegarkan kerongkongan dengan bermacam-macam minuman yang tersaji. Ada aneka jus buah segar, jus diet terdiri dari campuran sayuran dan buah, es lautan desa, jus arab, jus terapi, es bumbu desa, es copyor dengan krim vanilanya, serta masih banyak lagi minuman-minuman nyeleneh lainnya.
Untuk urusan harga, anda tak perlu khawatir merogoh kocek mahal. Karena setiap harinya bumbu desa kedai memberikan menu paket denga harga terjangkau. Ada paket prasmanan, paket special lunch box, serat paket famili. Harga paket-paket tersebut mulai dari Rp 16 ribu sampai Rp 48 ribu. Dengan suasana dan harga yang mendukung anda pun tidak akan kecewa mencoba berkunjung untuk menikmati menu-menu pilihan khas sunda.
Raih gelar The Best One
Upaya memperbaiki cita rasa dan pelayanan memuaskan pengunjung selalu diterapkan oleh pihak pengelola bumbu desa kedai di semua cabang yang tersebar. Dengan visi ingin melampaui kepuasan pelanggan, manajemen bumbu desa berharap bisa mendapatkanb perhatian lebih dari masyarakat.”umumnya memberikan kepuasan, tapi kami ingin lebih memeberikan yang terbaik kepada pelanggan dengan konsekuensi melampaui kepuasan pelanggan, itu yang beda dari kami,”ujar Odin.
Terbukti, kerja keras dalam mengatur kesempurnaan tata ruang hingga pelayanan yang diberikan mendapatkan perhatian khusus dari masyarakat luas. Bumbu desa kedai cabang Sidoarjo, yang baru saja buka 2 maret lalu, kini berhasil menarik pengunjung, bahkan melalmpaui target awal. “ternyata di Sidoarjo peminat masakan sunda sangat banyak, oleh karena itu kami tidak akan mengecewakan mereka,”jelasnya kepada EastJava Traveler.
Berbagai penghargaan pernah diraihnya, mulai dari juara 1 design rumah makan, tahun 2007 hingga The best One kategori Sundanist Food versi majalah JakartaJava Kini, tahun 2007. “kami sempat tidak percaya kalau kami bisa mengalahkan finalis lainnya yang berasal dari resto-resto hotel berbintang di Jakarta,”kenang Pria berperawakan kecil ini.
Untuk tahun 2008 ini, impian manajeman Bumbu Desa Kedai ialah membuka cabang di luar pulau antara lain, Makassar, Bali, Yogyakarta, hingga berjumlah 20 cabang.
Nikmatnya Sepincuk Nasi Krawu
Ada yang beda dengan Nasi Krawu Buk Nunuk, yaitu sebagian besar lauk yang dimasukkan ke dalam pincuk anda diambil menggunakan tangannya tanpa bantuan sendok (kecuali saat mengaduk daging) begitupun dengan pengambilan sambelnya. Semakin nikmat nasi krawu, bila disajikan dalam pincuk daun pisang muda bukan piring.
Ini adalah masakan khas dari Gresik selain Otak-Otak Bandeng. Istilah Krawu, kalo di lain daerah adalah semacam sayuran rebus yang diurap dengan kelapa berbumbu, nah kalo Krawu-nya Gresik beda. Yang diurap dengan kelapa bukan sayur rebus, tetapi daging sapi dan babat.
Nasi Krawu merupakan salah satu masakan khas daerah Gresik, pembuatan nasi krawu dirintis oleh Mbuk Sufayah pada era tahun 1950-an. Nasinya di buat agak keras dan disajikan dalam pincuk daun pisang. Lauk nasi krawu ini berupa krengsengan daging, jeroan sapi, babat, mangut, dan sambel kehitaman yang pedesnya tidak ketulungan.
Daging dan babat yang dibacem dengan aneka bumbu dan santan hingga meresap, warnanya coklat, sangat empuk sampai menjadi suwiran kasar dengan sendirinya. Aksessoris yang selau wajib disertakan adalah dua macam jenis srundeng (parutan kelapa dengan bumbu lalu digoreng) berwarna agak coklat dan oranye. Srundeng berwarna agak coklat disebut abon sedangkan yang berwarna oranye disebut krawu, dari sinilah didapat nama nasi krawu. Rasanya? Sedap, gurih sekaligus legit.
Es Siwalan Paling Berkawan
Selain Es Legen yang terkenal sebagai minuman khas Gresik. Ternyata masih ada sajian minuman lawas lainnya yang masih digandrungi hingga saat ini. Yaitu Es Siwalan dan Kolak Pisang Siwalan. Tentunya, patut untuk dicoba.
Selain terkenal dengan agroindustrinya, kota Gresik juga kerap dijadikan sebagai tempat melepas lelah. Seperti halnya, telaga buatan ngipik, Makam Sunan Giri, serta masih banyak lagi beberapa tempat agrowisata Gresik yang siap mengisi liburan santai anda.
Jika anda melintasi ruas jalan Jawa, Gresik akan dijumpai rindangnya pohon-pohon yang berdiri berjajar di satu tempat sejuk. Warga Gresik yang berkunjung, sering menyebutnya Bundaran Gresik Kota Baru (GKB). Disana akan banyak dijumpai para penjajah makanan dan minuman khas kota Gresik.
Untuk anda yang ingin sajian segar-segar di sore hari, coba saja Es Siwalan. Bahannya dari buah siwalan segar yang dipotong kotak-kotak memanjang. Untuk sirupnya, berasal dari air siwalan yang dimasak mendidih bersama perasan santan kelapa. Rasa manis yang dihasilkan pun tidak terlalu manis tapi cukup legit dan gurih karena ada aroma rasa santan didalamnya.
Satu lagi minuman manis khas kota Pudak adalah Es Kolak Pisang Siwalan. Buah siwalan yang berkolaborasi dengan kukusan buah pisang jenis raja nangka itu disajikan dingin dengan siraman santan dan gula arennya yang kental. Jika ingin yang special anda bisa menambahkan bubur durian. Memang terasa terlalu banyak isi dan rasa. Namun justru di sinilah letak sensasinya. Aroma Bubur berbahan baku durian yang dicampur dengan gurihnya santan, legitnya buah siwalan berpadu dengan rasa manis asam dari pisang raja nangka. Sangat menyegarkan, apalagi diminum usai makan.
Salah satu penjual yang sudah lama mangkal di Bundaran GKB ini adalah Ibu Tanti (50). Wanita setengah paruh baya itu, mengaku menjual Es siwalan dan Es Kolak pisang Siwalan hampir lima tahun. Dalam seharinya ia bisa menghabiskan 60 biji buah siwalan,
Jika buah siwalan itu tidak saatnya musim, maka Tatik menggantinya dengan kolang-kaling. Delam kemasannya, makanan yang terbuat dari rumput laut itu disajikan layaknya buah siwalan. Namun, tidak adanya buah siwalan bukan menjadi kendala berat bagi tatik untuk menjajakan Es nya. “Langganan saya tetap suka, walaupun siwalannya diganti dengan kolang-kaling,”kata Tatik.
Friday, 4 January 2008
Serba cepat Di Warung Kalkulator
Mampir di warung saat perut lapar dengan layanan lamban pasti bikin hati tambah sebal. Warung Kalkulator mampu menjawabnya dengan layanan yang sangat cepat .
Begitulah masyarakat sekitar Taman Kota Bungkul Surabaya menyebutnya. Lantaran layanan yang serba cepat ibarat kalkulator, warung bernama sedap malam milik Ajib Rosidi layak disebut sebagai warung kalkulator.
Kecepatan penyajian makanan dan minuman menjadi daya pikat bagi pembeli. Tiga kursi panjang dan 15 kursi plastik penuh terisi orang yang makan dengan nikmat. Kendati demikian, masih banyak pelanggan rela menunggu sampai dapat tempat duduk.
Dari sekian banyak pembeli terlihat berasal dari berbagai kalangan. Hal ini terbukti dari kendaraan yang terparkir di sana. Mulai dari sepeda onthel sampai mobil mewah berjajar di depan warung tersebut. Bahkan pembeli tak kehilangan selera makan meski debu jalanan kadang terbang ketika ada kendaraan lewat. "Soto di sini rasanya sama dengan soto lainnya, cuma pelayanannya saja yang beda," ujar salah seorang pembeli Sugeng Santoso.
Serba cepat lainnya dapat dilihat saat pembeli melakukan pembayaran, pelayan warung melakukan proses penghitungan biaya dengan sangat cepat meskipun tanpa menggunakan kalkulator sebagai alat hitung.
Bagi pembeli yang sering makan soto daging sapi dan rawon di warung tersebut tidak akan merasa kaget terhadap bentuk pelayanannya. Namun, bagi yang baru pertama kali datang akan sedikit dibuat bingung. Lantaran pengunjung belum duduk sudah diserang dengan berbagai pertanyaan yang sangat cepat.
Mengenai harga bagi yang ingin singgah jangan khawatir. Harga kedua menu cukup murah, kita hanya perlu mengeluarkan uang sebesar Rp. 7 ribu untuk satu porsi. Bagi yang ingin menambah lauk dimeja makan tersaji paru goreng, perkedel daging, tempe goreng, telur asin, babat goreng. Untuk lauk tambahan harganya cukup memadai, yakni Rp. 2 ribu untuk satu potong.
Perhari Capai Rp. 15 Juta
Asap mengepul dari cerutu yang dihisap dalam-dalam Ajib Rosidi. Itulah kebiasaan setiap sore yang dilakukan pemilik warung kalkulator. Di saat warungnya ramai pembeli dia tampak begitu santai.
”Kalau sore begini saya hanya datang untuk mengawasi kerja pegawai saja dan sambil bersantai,” kata pria kelahiran 13 Maret 1949.
Mengenai awal mula berjualan soto dan rawon bapak dua anak ini menceritakan jika usaha yang dirintis bersama istrinya dimulai pada tahun 1975. ”Tepatnya di jalan Raya Darmo 139 dan kini tempat itu telah dibangun Bank Negara Indonesia (BNI),” imbuhnya.
Diakhir tahun 1988, Pria berkacamata itu lagi-lagi menuai masalah. Warungnya jarang ada peminat, dan mengharuskan dia pindah ke Jalan Ki Manuk pada tahun 1989. Dan di tempat itulah selama 13 tahun warungnya mampu bertahan, meski di pinggiran jalan raya.
Setelah itu, pada tahun 2002 Ajib beserta istri memutuskan untuk berpindah tempat jualan. Setelah dengan berbagai pertimbangan akhirnya Ajib memilih untuk berjualan di kawasan kuliner Taman Bungkul hingga sekarang. Rupanya benang merah yang dicari selama ini ada di tempat ini. “Empat kali saya berpindah tempat, ternyata oplahnya lebih cocok di Taman Bungkul,” ungkap suami Sarifah sembari tersenyum.
Tentu saja bukan hanya karena faktor pelayanannya saja yang terasa luar biasa sehingga diminati banyak pembeli. Ajib mempunyai resep jitu. seperti tekstur daging sapi yang lembut, berminyak, dan meminimalis kadar lemak dalam daging.
"Sebelum memasak, terlebih dahulu daging saya rendam dengan racikan bumbu rahasia, Nah, agar lebih mantap sengaja dipilih daging sapi yang berserat bagus,” paparnya.
Resep dan bentuk pelayanan yang sengaja disiapkan secara matang ternyata berbuah hasil. Dari berjualan mulai pukul 10 pagi hingga tengah malam dengan dibantu 19 pelayan, pria tamatan Sekolah Dasar (SD) itu mengaku mampu meraup omset maksimal Rp. 15 juta.
Tak ayal, Ajib pun dapat menyekolahkan dua anaknya hingga meraih gelar Sarjana Teknik Perhubungan Industri dan Perbankan. Bahkan nasib mujur tidak berhenti disitu, kehidupannya semakin hari semakin mujur. “Syukur, meskipun cuma jualan soto dan rawon saya telah punya tiga rumah,” pungkas ajib bangga.a
